The Champa Institute

Democracy and Social Justice

Rantau

Sakabbhina isu tentang oreng Komalasa e tanah rantau dinnak ongghunna jeuh….

Advertisements

11 Responses to “Rantau”

  1. The Champa Institute said

    sebuah tawaran:

    The Champa Institute dalam waktu dekat akan membangun perpustakaan publik di kampung halaman.

    ini adalah sebuah “jalan” menuju kualitas manusia yang lebih bernilai. semoga dengan kehadiran perpustakaan ini, akan banyak buku dan pengetahuan yang akan mengantarkan “semua” kepada perubahan yang lebih baik.

    sementara ini, perpustakaan ini akan di kembangkan (ditempatkan) di rumah pa Adjiez.

    berharap nantinya kampung kita akan penuh dengan buku dengan pengetahuan nan berharga buat kehiduapan yang akan datang dan gemilang.

    karena sepertinya memang, kampung kita kurang cukup membaca untuk lebih baik-“bagaimana mempertahankan hidup” tanpa harus bermimpi “tanah melayu” dan lainnya.

    perpustakaan hanya satu cara saja, yang suatu ketika akan menjadi bagian dari proses pendidikan, pengembangan pengetahuan yang berkepanjangan.

    maka dari itu, jika kawan-kawan memiliki buku-buku yang layak untuk dibacakan bagi warga di kampung halaman kita tercinta silahkan kirim langsung ke:

    Agus Ma’ali
    Desa Kumalasa
    Kec. Sangkapura-Bawean
    Gresik-Jawa timur
    61181

    dan saat ini saya mendapatkan respon untuk sumbangan buku dari kedutaan besar Amerika di Jakarta tentang buku-buku demokrasi. tapi sampai tulisan ini dibuat buku belum sampai, padahal informasinya mereka sudah mengirimkannya. kedua, kawan-kawan yang dulu di KOMNAS HAM Jakarta juga berjanji untuk menyumbangkan buku, termasuk di Komunitas Utan Kayu Jakarta.

    semoga perpustakaan “the Champa Library” menjadi bagian hidup warga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan dengan nilai nan luhur dan berkarya bagi semua di masa yang akan datang.

    demikian saja.
    terima kasih.

  2. The Champa Institute said

    18 buku

    sudah terkumpul 18 buku-buku terbitan KOMNAS HAM Jakarta yang siap kita kirim ke Kampung halaman. termasuk dari Radio 68H jakarta juga sudah siap.

    lalu, adakah akwan-kawan berminat menabung buku-buku untuk anak cucu kita?

    thanks

  3. The Champa Institute said

    membuka ruang partisipasi warga

    kawan-kawan apa yang akan kita lakukan jika hanya segelintir orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan atau kebijakan yang bersifat publik di Kampung kita Tercinta? adakah selama ini pembuat kebijakan di kampung kita sudah cukup terbuka, akuntabel dan memberi ruang kepada seluruh warganya untuk bersama-sama menentukan nasib masa depan kampung halamnnya?

    jawabnya adalah, kita harus menciptakan ruang-ruang partisipasi. dimana warga dapat terlibat secara aktif dalam perencanaan, perumusan, penetapan hingga implemtasi dan evalusi kebijakan yang dikeluarkan, bukan?

    nah, untuk itu, bagaimana kita akan memulainya?
    mari kita diskusikan, kawan!

    thanks

  4. The Champa Institute said

    jika tidak ada halangan

    dalam minggu2 ini (akhir mei) buku-buku buat perpustakaan umum di kampung halaman mulai akan dikirimkan.

    thanks

  5. The Champa Institute said

    for all:
    kita sudah mengirim buku-buku ke The Champa Institute
    mudah-mudahan menjadi awal dari apa yang ingin kita bangun. public library yang ingin kita bangun sebagai cikalbakal yang mantap, bukan?

    kalau ada masukan lain, ditunggu.
    thanks

  6. The Champa Institute said

    for all,

    sekedar info:
    pada tanggal 2 juni 2008
    Yayasan TIFA Jakarta
    telah mengirimkan buku-buku
    untuk The Chamap Institute
    terimakasih untuk TIfa Foundation

    thanks

  7. The Champa Institute said

    for all:
    maaf ada perubahan judul halaman.ditungggu masukannya dan kritik lainnya.
    thanks

  8. The Champa Institute said

    ****Menikah****
    Menikah, akhirnya memang soal takdir. Dulu sekali, dua sahabat kita itu pernah ”disandingkan” oleh teman-teman saat sekolah dulu, di SMP Umma.

    Tak ada kisah romantis di antara mereka, mungkin. Hari berganti bulan. Bulan berganti tahun. Tak ada yang menyangka bakal begini.

    Tapi, takdir memang melampaui harapan. Takdir melampaui perkiraan-perkiraan. Cinta bisa bersemi dalam momen apapun. Bisa berpagutan dalam jarak dan waktu berbeda.

    Akhirnya, 10 Oktober mendatang, sahabat kita itu, Dewi Risalah dan Syahrullah bakal menikah. Di Kumalasa, di desa kita itu. Semoga berbahagia

  9. boyan's blood under morning star said

    for yang nak menikah:

    wow mantap betul….
    dipercepat….
    biar ga kena musim hujan…
    “tatanggaanna”
    hahaha
    sekali lagi selamat….

  10. sya... said

    Trimakasih cik,

    salam kenal buat boyan’s blood under morning star

  11. boyan’s blood under the morning star said

    kamma bhai kabbarna toghellan…………..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: