INTRO. menurut salah satu sumber yang tak perlu disebutkan di sini, Politik Kumalasa saat ini sedang adem ayem. apakah adem ayem karena semua orang sedang takut untuk bersuara atau adem sudah “terbunuh” terkuasai semua oleh hantu-hantu politik yang tak mencerdaskan itu?
***
HISTORY. satu konflik aras lokal yang dulu sempat mencuat, tentunya alias harapannya saat ini sudah teredam dengan baik. mudah-mudahan, orang-orang di kampung kita tercinta semakin “cerdas” memaknai hidup sosial-politiknya.
bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar dan sangat dijunjung oleh demokrasi. dan sekarang bagaimana perbedaan yang ada dapat dijadikan stu kekuatan demi kemajuan bersama.
pendidikan dan yayasan, harus membantu dan memberikan kemudahan bagi semua. air bersih yang ditangani CV (swastanisasi itu) harus dikembalikan manfaatnya betul-betul kepada semua warga. pemerintah desa yang kadang “sangat arogan” harus mulai menurunkan “panas darahnya” untuk bersama-sama membangun Kumalasa.
jika tidak, apa yang dilakukan kelompok yang sedang mengarah pada sektarian itu hanya akan menyengsarakan anak-cucu kita nanti.
tidakkah kita berfikir, bahwa anak cucu kita butuh tempat yang damai untuk berpijak?
jika kita tidak mewariskan itu dan tidak dilakukan melai sekarang untuk membangun pondasi yang kuat, maka semua hanya akan menjadi sia-sia.
siapa yang ada di negeri rantau, juga merupakan kekuatan yang luar biasa untuk selalu memberikan dukungan dan supportnya. kekuatan anak-anak Champa yang satu ini merupakan kekuatan kedua yang tak bisa kita sangkal, bukan?
JUST EXAMPLES.
lalu, apa yang bisa kita lakukan bersama?
pertama, untuk Yayasan pendidikan misalkan. kita memahami dari awal bahwa dikembangkannya satu lembaga pendidikan ini merupakan kehendak seluruh warga. walau inisiasinya atau ide awal berangkat dari segelintir orang. maka kita harus mengembalikan nilai perjuangannya kepada seluruh warga. dengan pengelolaan pendidikan yang terbuka, partisipatif dan juga akuntabel.
meliatkan semua warga akan terasa lebih indah daripada kita main “kucing-kucingan” bukan? perhitungkan modal sosial yang sudah warga alihkan untuk masa depan anak-cucunya. lihat pula niat baik semua orang untuk dapat menyaksikan satu pendidikan yang maju.
ini hanya sebuah contoh.
kedua, dahulu kala air bersih yang kita naikkan ke kampung halaman dikelola oleh warga langsung. kenapa sekarang harus ada di tangan segelintir orang?
terlepas kepentingannya apa? yang jelas, pengelolaan di tangan warga sendiri akan lebih menemukan kepercayaan dari semua. pernahkah misalkan, CV air tersebut mengumumkan kepada warga tentang berapa kerugian maupun keuntungan yang didapa?berapa pula, yang seharusnya didapat oleh warga. kemudian sejauh apa pelayanan yang seharusnya diberikan atau diterima oleh warga.
hmm, lagi-lagi ini hanya sebuah contoh. bagaimana hal yang menyangkut kepentingan publik dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan kepada publik. dimana ada partisipasi warga dan kekuatan warga terlibat dalam perumusan, samapai evaluasi pelaksanaan sebuah kebijakan yang menyangkut semua, itu adalah indikasi bahwa demokrasi sedang berkembang pesat di sana.
CONCLUSSION. alangkah indah, jika Kampung kita tercinta Kumalasa yang bermakna “tiada tandingan itu” benar-benar menjadi kenyataan sebagai Kampung yang damai, mandiri dan kuat.
sungguh mengejutkan Bagi saya bahwa masyarakat kumalasa walaupun tidak punya title SH bisa duduk menjadi Wakil ketua Di LBH kumalasa.
Ketua 1. Mustaen Mustofa. SH. Ketua II. Hariri Bari. Anggota Agus Maali Musa nawawi. SH. dan dan Samsuri SH.I. Sekjen Putra Pak Nong Kumalabaru dan abd latif Imran. SH. Sbg Kordinator Hukum Perdata.
maaf jika comment ku terkesan konyol, tapi ini yang pertama kali membersit di otakku yang masih sederhana. apa yang bisa kita lakukan buat para remaja kumalasa? entah karena mataku yang minus atau kenyataan yang memang begitu, mudik kemarin, aku melihat putus asa yang kelewat banyak bertabur di wajah-wajah para remaja kumalasa. seakan batin mereka berteriak ke telinga jantungku, “aku bosan! tapi aku tidak tahu harus berbuat apa!” dan kemudian, dengan sangat keterlaluan, mereka pun menjadi aktivis pacaran yang mengerikan. seorang kawanku berkata jika menurut asumsinya 80% remaja putri kumalasa tidak lagi perawan. betapa gila! kunjungi aku di arulchandrana.penulisindonesia.com
oya, bule Catur, alekna kafit, alekna leli, kompoina pad ridawi. ups, lupa, assalamualaikum wr.wb
for Catur alias arul chandrana:
salam kenal sebelumnya.
Dengan atau tanpa fakta, komen Catur cukup informatif. walau tak seutuhnya harus dibenarkan, atau cukup dibenarkan saja.
sekarang Catur sudah melihat sendiri negeri yang katanya penuh dengan orang-orang cerdas itu dan ternyata Catur sendiri tidak mampu berbuat apa-apa di sana, bukan?
pertanyaan2 Catur mungkin saja ada di kepala banyak kawan. apa yang bisa kita perbuat? dan sesungguhnya bagi kami di The Champa Institute bukan “apa” tapi “How” and “when”.
ada banyak faktor yang mempengaruhinya. sehingga detik ini pun memang belum ada yang benar-benar nyata.
pernah juga kita gagas satu Public Library untuk memberikan warna hidup lain di negeri kita itu. dengan harapan banyak orang membaca, banyak pengetahuan, dan lahirlah pengetahuan dan karya-karya yang menarik. namun jua hingga kini, belum kita lounching. ada alasan karena jumlah buku dan tempat yang belum eksis dan juga siapa yang bisa mengelola di sana. mungkin saja suatu waktu kita bisa lebih serius, bukan?
nah, seperti Catur itulah yang kita butuhkan. seorang yang banyak tanya tanpa action juga mungkin akan ketinggalan jaman hingga akhirnya frustasi. maka, mari bergabung untuk melukis negeri dengan karya dan pengetahuan nan apik.
Ok, sementara ini dulu. nanti kita sambung lagi.
Mari belajar dan berkarya.
SEMUA ORANG ITU GURU, ALAM RAYA SEKOLAHKU.
asslam.
barusan kemaren peringatan mawlid nabi digelar (lagi) di kumalasa, saya memandang itu agak aneh. masih juga ada dengan model peringatan seperti itu? jika anda sependapat dengan saya, silahkan baca di blog saya. di sana juga ada kamus bahasa bawean yang sngat membutuhkan masukan dari para pengunjung sekalian.
wslm
The Champa Institute said
kawan-kawan,
apakah ada yang sudah memiliki informasi mengenai politik lokal Kumalasa?
makasih.
The Champa Institute said
Champa och Champa
INTRO. menurut salah satu sumber yang tak perlu disebutkan di sini, Politik Kumalasa saat ini sedang adem ayem. apakah adem ayem karena semua orang sedang takut untuk bersuara atau adem sudah “terbunuh” terkuasai semua oleh hantu-hantu politik yang tak mencerdaskan itu?
***
HISTORY. satu konflik aras lokal yang dulu sempat mencuat, tentunya alias harapannya saat ini sudah teredam dengan baik. mudah-mudahan, orang-orang di kampung kita tercinta semakin “cerdas” memaknai hidup sosial-politiknya.
bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar dan sangat dijunjung oleh demokrasi. dan sekarang bagaimana perbedaan yang ada dapat dijadikan stu kekuatan demi kemajuan bersama.
pendidikan dan yayasan, harus membantu dan memberikan kemudahan bagi semua. air bersih yang ditangani CV (swastanisasi itu) harus dikembalikan manfaatnya betul-betul kepada semua warga. pemerintah desa yang kadang “sangat arogan” harus mulai menurunkan “panas darahnya” untuk bersama-sama membangun Kumalasa.
jika tidak, apa yang dilakukan kelompok yang sedang mengarah pada sektarian itu hanya akan menyengsarakan anak-cucu kita nanti.
tidakkah kita berfikir, bahwa anak cucu kita butuh tempat yang damai untuk berpijak?
jika kita tidak mewariskan itu dan tidak dilakukan melai sekarang untuk membangun pondasi yang kuat, maka semua hanya akan menjadi sia-sia.
siapa yang ada di negeri rantau, juga merupakan kekuatan yang luar biasa untuk selalu memberikan dukungan dan supportnya. kekuatan anak-anak Champa yang satu ini merupakan kekuatan kedua yang tak bisa kita sangkal, bukan?
JUST EXAMPLES.
lalu, apa yang bisa kita lakukan bersama?
pertama, untuk Yayasan pendidikan misalkan. kita memahami dari awal bahwa dikembangkannya satu lembaga pendidikan ini merupakan kehendak seluruh warga. walau inisiasinya atau ide awal berangkat dari segelintir orang. maka kita harus mengembalikan nilai perjuangannya kepada seluruh warga. dengan pengelolaan pendidikan yang terbuka, partisipatif dan juga akuntabel.
meliatkan semua warga akan terasa lebih indah daripada kita main “kucing-kucingan” bukan? perhitungkan modal sosial yang sudah warga alihkan untuk masa depan anak-cucunya. lihat pula niat baik semua orang untuk dapat menyaksikan satu pendidikan yang maju.
ini hanya sebuah contoh.
kedua, dahulu kala air bersih yang kita naikkan ke kampung halaman dikelola oleh warga langsung. kenapa sekarang harus ada di tangan segelintir orang?
terlepas kepentingannya apa? yang jelas, pengelolaan di tangan warga sendiri akan lebih menemukan kepercayaan dari semua. pernahkah misalkan, CV air tersebut mengumumkan kepada warga tentang berapa kerugian maupun keuntungan yang didapa?berapa pula, yang seharusnya didapat oleh warga. kemudian sejauh apa pelayanan yang seharusnya diberikan atau diterima oleh warga.
hmm, lagi-lagi ini hanya sebuah contoh. bagaimana hal yang menyangkut kepentingan publik dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan kepada publik. dimana ada partisipasi warga dan kekuatan warga terlibat dalam perumusan, samapai evaluasi pelaksanaan sebuah kebijakan yang menyangkut semua, itu adalah indikasi bahwa demokrasi sedang berkembang pesat di sana.
CONCLUSSION. alangkah indah, jika Kampung kita tercinta Kumalasa yang bermakna “tiada tandingan itu” benar-benar menjadi kenyataan sebagai Kampung yang damai, mandiri dan kuat.
thanks
The Champa Institute said
for all:
maaf ada perubahan judul halaman.ditungggu masukannya dan kritik lainnya.
thanks
muha said
salam kenal dari saya dirantau…..
muha said
saya butuh informasinya dari kamu semua karna sudah lama saya ngak balik kampung….
media hikma said
sungguh mengejutkan Bagi saya bahwa masyarakat kumalasa walaupun tidak punya title SH bisa duduk menjadi Wakil ketua Di LBH kumalasa.
Ketua 1. Mustaen Mustofa. SH. Ketua II. Hariri Bari. Anggota Agus Maali Musa nawawi. SH. dan dan Samsuri SH.I. Sekjen Putra Pak Nong Kumalabaru dan abd latif Imran. SH. Sbg Kordinator Hukum Perdata.
batam said
hampir kucapai jaraknya bertambah
Padahal kubilang hampir
Kutanya, diapa yang bisa bawa berita nyata
Kumalasa….oh kumalasa.
salam kenal
arul chandrana said
maaf jika comment ku terkesan konyol, tapi ini yang pertama kali membersit di otakku yang masih sederhana. apa yang bisa kita lakukan buat para remaja kumalasa? entah karena mataku yang minus atau kenyataan yang memang begitu, mudik kemarin, aku melihat putus asa yang kelewat banyak bertabur di wajah-wajah para remaja kumalasa. seakan batin mereka berteriak ke telinga jantungku, “aku bosan! tapi aku tidak tahu harus berbuat apa!” dan kemudian, dengan sangat keterlaluan, mereka pun menjadi aktivis pacaran yang mengerikan. seorang kawanku berkata jika menurut asumsinya 80% remaja putri kumalasa tidak lagi perawan. betapa gila! kunjungi aku di arulchandrana.penulisindonesia.com
oya, bule Catur, alekna kafit, alekna leli, kompoina pad ridawi. ups, lupa, assalamualaikum wr.wb
The Champa Institute said
for Muha:
salam kenal. dan terima kasih dah menulis di dunia kita. jika berkenan, bolehkah memperkenalkan diri di sini. biar kita lebih mantap.
jika ada unek2 silahkan kirim saja. jika ada tanya silahkan tulis saja.
selamat berjuang dan berkarya.
sukses selalu!
mari berbagi cerita.
Best for KOMALASA!
thanks
The Champa Institute said
for Media Hikma:
Saya sendiri belum dengar kalau ada lembaga hukum baru di Kumalasa. maaf, semoga saja baik untuk semua.
dan makasih infonya.
thanks
The Champa Institute said
for Catur alias arul chandrana:
salam kenal sebelumnya.
Dengan atau tanpa fakta, komen Catur cukup informatif. walau tak seutuhnya harus dibenarkan, atau cukup dibenarkan saja.
sekarang Catur sudah melihat sendiri negeri yang katanya penuh dengan orang-orang cerdas itu dan ternyata Catur sendiri tidak mampu berbuat apa-apa di sana, bukan?
pertanyaan2 Catur mungkin saja ada di kepala banyak kawan. apa yang bisa kita perbuat? dan sesungguhnya bagi kami di The Champa Institute bukan “apa” tapi “How” and “when”.
ada banyak faktor yang mempengaruhinya. sehingga detik ini pun memang belum ada yang benar-benar nyata.
pernah juga kita gagas satu Public Library untuk memberikan warna hidup lain di negeri kita itu. dengan harapan banyak orang membaca, banyak pengetahuan, dan lahirlah pengetahuan dan karya-karya yang menarik. namun jua hingga kini, belum kita lounching. ada alasan karena jumlah buku dan tempat yang belum eksis dan juga siapa yang bisa mengelola di sana. mungkin saja suatu waktu kita bisa lebih serius, bukan?
nah, seperti Catur itulah yang kita butuhkan. seorang yang banyak tanya tanpa action juga mungkin akan ketinggalan jaman hingga akhirnya frustasi. maka, mari bergabung untuk melukis negeri dengan karya dan pengetahuan nan apik.
Ok, sementara ini dulu. nanti kita sambung lagi.
Mari belajar dan berkarya.
SEMUA ORANG ITU GURU, ALAM RAYA SEKOLAHKU.
Thanks
Thanks
boyan’s blood in the under morning star said
for HIKMA:
La napak kamma perjalananna HIKMA?
apa perkembangan HIKMA kene?
e tongghu britana?
thanks
boyan's blood in the under morning star said
for all:
kera-kera apa ekaramme e Komalasa kene yach?
Leburna obbhek jhak akakaranga-na-a
hehehe…
kangen potre kon tajung karasak bhan tajung ga-ang euy..
thanks
samsulhuda bin rasyidi said
bersatulah warga bawean dari mana saja demi untuk kemajuan Bawean.
The Champa Institute said
for samsul:
ya, kita harus bersatu, setidaknya kita bisa;
satu dalam ide
satu dalam tindakan
satu untuk semua
bukan?
The Champa Institute said
hmm,
lama nian tak ada brita
tentang kampoengtuaku di sana
di perbukitan
hingga pesisir pante
kampoengtuaku tempatku;
bermain
berkelahi
dimarahi
dan memarahi
aku ingin kembali
suatu waktu
ketika nanti
hm,
mungkinkah ada yang bisa
berbagi tentang;
ada apa di sana kini
yang berlaku atas
kanpoengtuaku.
thanks
arulchandrana said
asslam.
barusan kemaren peringatan mawlid nabi digelar (lagi) di kumalasa, saya memandang itu agak aneh. masih juga ada dengan model peringatan seperti itu? jika anda sependapat dengan saya, silahkan baca di blog saya. di sana juga ada kamus bahasa bawean yang sngat membutuhkan masukan dari para pengunjung sekalian.
wslm
The Champa Institute said
ngomong2 partai se akuasa e komalasa apa ya kene?
ada yang dah tahu jawabanna?
thanks
arul ch said
pernah dengar baweanologi? ikuti http://arulchandrana.wordpress.com/2009/08/22/baweanologi-sebuah-perkenalan-ringkas-dan-menyeluruh/