The Champa Institute dalam waktu dekat akan membangun perpustakaan publik di kampung halaman.
ini adalah sebuah “jalan” menuju kualitas manusia yang lebih bernilai. semoga dengan kehadiran perpustakaan ini, akan banyak buku dan pengetahuan yang akan mengantarkan “semua” kepada perubahan yang lebih baik.
sementara ini, perpustakaan ini akan di kembangkan (ditempatkan) di rumah pa Adjiez.
berharap nantinya kampung kita akan penuh dengan buku dengan pengetahuan nan berharga buat kehiduapan yang akan datang dan gemilang.
karena sepertinya memang, kampung kita kurang cukup membaca untuk lebih baik-”bagaimana mempertahankan hidup” tanpa harus bermimpi “tanah melayu” dan lainnya.
perpustakaan hanya satu cara saja, yang suatu ketika akan menjadi bagian dari proses pendidikan, pengembangan pengetahuan yang berkepanjangan.
maka dari itu, jika kawan-kawan memiliki buku-buku yang layak untuk dibacakan bagi warga di kampung halaman kita tercinta silahkan kirim langsung ke:
Agus Ma’ali
Desa Kumalasa
Kec. Sangkapura-Bawean
Gresik-Jawa timur
61181
dan saat ini saya mendapatkan respon untuk sumbangan buku dari kedutaan besar Amerika di Jakarta tentang buku-buku demokrasi. tapi sampai tulisan ini dibuat buku belum sampai, padahal informasinya mereka sudah mengirimkannya. kedua, kawan-kawan yang dulu di KOMNAS HAM Jakarta juga berjanji untuk menyumbangkan buku, termasuk di Komunitas Utan Kayu Jakarta.
semoga perpustakaan “the Champa Library” menjadi bagian hidup warga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan dengan nilai nan luhur dan berkarya bagi semua di masa yang akan datang.
kawan-kawan apa yang akan kita lakukan jika hanya segelintir orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan atau kebijakan yang bersifat publik di Kampung kita Tercinta? adakah selama ini pembuat kebijakan di kampung kita sudah cukup terbuka, akuntabel dan memberi ruang kepada seluruh warganya untuk bersama-sama menentukan nasib masa depan kampung halamnnya?
jawabnya adalah, kita harus menciptakan ruang-ruang partisipasi. dimana warga dapat terlibat secara aktif dalam perencanaan, perumusan, penetapan hingga implemtasi dan evalusi kebijakan yang dikeluarkan, bukan?
nah, untuk itu, bagaimana kita akan memulainya?
mari kita diskusikan, kawan!
for all:
kita sudah mengirim buku-buku ke The Champa Institute
mudah-mudahan menjadi awal dari apa yang ingin kita bangun. public library yang ingin kita bangun sebagai cikalbakal yang mantap, bukan?
****Menikah****
Menikah, akhirnya memang soal takdir. Dulu sekali, dua sahabat kita itu pernah ”disandingkan” oleh teman-teman saat sekolah dulu, di SMP Umma.
Tak ada kisah romantis di antara mereka, mungkin. Hari berganti bulan. Bulan berganti tahun. Tak ada yang menyangka bakal begini.
Tapi, takdir memang melampaui harapan. Takdir melampaui perkiraan-perkiraan. Cinta bisa bersemi dalam momen apapun. Bisa berpagutan dalam jarak dan waktu berbeda.
Akhirnya, 10 Oktober mendatang, sahabat kita itu, Dewi Risalah dan Syahrullah bakal menikah. Di Kumalasa, di desa kita itu. Semoga berbahagia
The Champa Institute said
sebuah tawaran:
The Champa Institute dalam waktu dekat akan membangun perpustakaan publik di kampung halaman.
ini adalah sebuah “jalan” menuju kualitas manusia yang lebih bernilai. semoga dengan kehadiran perpustakaan ini, akan banyak buku dan pengetahuan yang akan mengantarkan “semua” kepada perubahan yang lebih baik.
sementara ini, perpustakaan ini akan di kembangkan (ditempatkan) di rumah pa Adjiez.
berharap nantinya kampung kita akan penuh dengan buku dengan pengetahuan nan berharga buat kehiduapan yang akan datang dan gemilang.
karena sepertinya memang, kampung kita kurang cukup membaca untuk lebih baik-”bagaimana mempertahankan hidup” tanpa harus bermimpi “tanah melayu” dan lainnya.
perpustakaan hanya satu cara saja, yang suatu ketika akan menjadi bagian dari proses pendidikan, pengembangan pengetahuan yang berkepanjangan.
maka dari itu, jika kawan-kawan memiliki buku-buku yang layak untuk dibacakan bagi warga di kampung halaman kita tercinta silahkan kirim langsung ke:
Agus Ma’ali
Desa Kumalasa
Kec. Sangkapura-Bawean
Gresik-Jawa timur
61181
dan saat ini saya mendapatkan respon untuk sumbangan buku dari kedutaan besar Amerika di Jakarta tentang buku-buku demokrasi. tapi sampai tulisan ini dibuat buku belum sampai, padahal informasinya mereka sudah mengirimkannya. kedua, kawan-kawan yang dulu di KOMNAS HAM Jakarta juga berjanji untuk menyumbangkan buku, termasuk di Komunitas Utan Kayu Jakarta.
semoga perpustakaan “the Champa Library” menjadi bagian hidup warga untuk menambah pengalaman dan pengetahuan dengan nilai nan luhur dan berkarya bagi semua di masa yang akan datang.
demikian saja.
terima kasih.
The Champa Institute said
18 buku
sudah terkumpul 18 buku-buku terbitan KOMNAS HAM Jakarta yang siap kita kirim ke Kampung halaman. termasuk dari Radio 68H jakarta juga sudah siap.
lalu, adakah akwan-kawan berminat menabung buku-buku untuk anak cucu kita?
thanks
The Champa Institute said
membuka ruang partisipasi warga
kawan-kawan apa yang akan kita lakukan jika hanya segelintir orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan atau kebijakan yang bersifat publik di Kampung kita Tercinta? adakah selama ini pembuat kebijakan di kampung kita sudah cukup terbuka, akuntabel dan memberi ruang kepada seluruh warganya untuk bersama-sama menentukan nasib masa depan kampung halamnnya?
jawabnya adalah, kita harus menciptakan ruang-ruang partisipasi. dimana warga dapat terlibat secara aktif dalam perencanaan, perumusan, penetapan hingga implemtasi dan evalusi kebijakan yang dikeluarkan, bukan?
nah, untuk itu, bagaimana kita akan memulainya?
mari kita diskusikan, kawan!
thanks
The Champa Institute said
jika tidak ada halangan
dalam minggu2 ini (akhir mei) buku-buku buat perpustakaan umum di kampung halaman mulai akan dikirimkan.
thanks
The Champa Institute said
for all:
kita sudah mengirim buku-buku ke The Champa Institute
mudah-mudahan menjadi awal dari apa yang ingin kita bangun. public library yang ingin kita bangun sebagai cikalbakal yang mantap, bukan?
kalau ada masukan lain, ditunggu.
thanks
The Champa Institute said
for all,
sekedar info:
pada tanggal 2 juni 2008
Yayasan TIFA Jakarta
telah mengirimkan buku-buku
untuk The Chamap Institute
terimakasih untuk TIfa Foundation
thanks
The Champa Institute said
for all:
maaf ada perubahan judul halaman.ditungggu masukannya dan kritik lainnya.
thanks
The Champa Institute said
****Menikah****
Menikah, akhirnya memang soal takdir. Dulu sekali, dua sahabat kita itu pernah ”disandingkan” oleh teman-teman saat sekolah dulu, di SMP Umma.
Tak ada kisah romantis di antara mereka, mungkin. Hari berganti bulan. Bulan berganti tahun. Tak ada yang menyangka bakal begini.
Tapi, takdir memang melampaui harapan. Takdir melampaui perkiraan-perkiraan. Cinta bisa bersemi dalam momen apapun. Bisa berpagutan dalam jarak dan waktu berbeda.
Akhirnya, 10 Oktober mendatang, sahabat kita itu, Dewi Risalah dan Syahrullah bakal menikah. Di Kumalasa, di desa kita itu. Semoga berbahagia
boyan's blood under morning star said
for yang nak menikah:
wow mantap betul….
dipercepat….
biar ga kena musim hujan…
“tatanggaanna”
hahaha
sekali lagi selamat….
sya... said
Trimakasih cik,
salam kenal buat boyan’s blood under morning star
boyan’s blood under the morning star said
kamma bhai kabbarna toghellan…………..:)